Lingkungan keluarga adalah tempat belajar yang pertama dan utama. Hal tersebut karena semenjak lahir, lingkungan keluarga adalah tempat anak berkembang dan tumbuh sebelum mengenal dunia luar. Dalam proses itulah, peran orang tua sangat penting dalam membimbing anaknya agar mampu bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Anak tidak hanya belajar di sekolah namun harus belajar dari lingkungan keluarga. Orang tua adalah teladan bagi anaknya dan anak menjadi cerminan dari orang tua. Beberapa sikap dan perilaku yang dapat menjadi pembelajaran dan teladan bagi setiap anak dari orang tua, antara lain :

01. Kerja Keras.

Kerja keras adalah berusaha dengan bersungguh-sungguh untuk mencapai sebuah tujuan. Menjadi kewajiban bagi manusia untuk selalu bekerja keras, karena untuk mencapai suatu cita-cita atau tujuan, manusia harus bekerja terlebih dahulu. Sebagaimana yang dilakukan orang tua yaitu bekerja atau beraktivitas dengan sungguh-sungguh setiap harinya untuk keperluan keluarga.

02. Niat yang Ikhlas.

Niat menjadi pokok penting dalam segala usaha atau tindakan yang harus diperhatikan, karena niat merupakan landasan yang akan dilakukan. Niat dapat diartikan sebagai tujuan hati. Sebagus dan sebesar apapun amalan yang diperbuat apabila yang diniatkan karena untuk menarik simpati, maka amalan tersebut akan sia-sia. Keikhlasan dan niat orang tua juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Orang tua mengikhlaskan hidupnya untuk anaknya, memberikan fasilitas dan kebutuhan lainya sejak lahir tanpa mengharapkan imbalan.

03. Bersabar

Sabar adalah sikap untuk tetap menahan amarah dari cobaan yang dihadapi. Kesabaran orang tua adalah kesabaran yang paling besar, mereka terus merawat anak-anaknya dalam berbagai cobaan sendiri dan keluarga. Saat datang sakit seorang anak ada orang tua yang selalu menjaga dan merawat. Tidak hanya dalam keadaan sakit, namun sejak saat di dalam kandungan, seorang ibu harus menahan sakit dan sulit beraktivitas. Semua yang dilakukan orang tua kepada kita dilakukan dengan penuh kesabaran, seandainya mereka tidak bersabar, mungkin mereka akan melakukan aborsi ataupun membuang anaknya karena tidak kuat dengan cobaan yang kita tanggungkan ke orang tua.

04. Gigih (Bersungguh-sungguh).

Kegigihan diperlukan agar tidak mudah putus asa dalam berusaha, memiliki keyakinan yang kuat sehingga menanamkan rasa percaya diri. Semua orang tua melakukan kegiatan dengan gigih. Ibu merawat anak, bapak bekerja dengan sungguh-sunguh. Bayangkan apabila orang bermalas-malasan pasti segala sesuatu tidak akan tercapai. Bagaimana kalau ibumu malas merawatmu waktu bayi, pasti kamu tidak akan merasakan ASI ibumu.

05. Rela Berkorban.

Orang tua selalu memberikan segala sesuatu yang dimilikinya, mulai dari tenaga, harta, atau pemikiran demi anaknya. Banyak orang tua yang rela bekerja hingga larut malam. Ayah rela untuk kepanasan dan kedinginan saat bekerja hanya untuk menafkahi dan membiayai sekolah anaknya. Ibu juga banyak berkorban, salah satunya mempertaruhkan nyawa dan raganya saat melahirkan.

06. Bersyukur.

Aborsi adalah salah satu kasus yang banyak terjadi di Indonesia. Ribuan bahkan jutaan janin tewas di bunuh orang tuanya sendiri. Anak-anak yatim piatu yang sudah kehilangan orang tuanya sejak lahir sehingga mereka tidak dapat bersama dan melihat orang tuanya. Oleh karena itulah, sebagai manusia yang telah diberi kesempatan hidup dan memiliki orang tua sudah seharusnya kita bersyukur kepada Tuhan.

07. Sopan Santun (Tata Krama).

Sopan santun adalah budi pekerti yang baik (Akhlakul Karimah) yang harus ditanamkan dalam kepribadian generasi dalam berbagai aspek kehidupan. Sopan santun dapat diwujudkan dengan memenuhi adab berhias, berpakaian, dalam perjalanan, bertamu dan menerima tamu. Di lingkungan keluarga, kita sudah diajarkan sejak kecil bagaimana cara makan, minum, berbicara, dan sebagainya oleh orang tua. Dari hal yang terlihat mudah itulah kita berlatih.

08. Menghindari Perilaku Tercela.

Pada zaman sekarang banyak sekali anak yang berbuat tidak baik terhadap orang tuanya, seperti berkata kasar dan meminta suatu barang berlebihan. Hal tersebut sangatlah tidak patut ditiru. Segala sesuatu yang diberikan orang tua baik usaha, semangat dan harta benda, seharusnya menjadi contoh untuk berbuat baik kepada orang lain. Apapun yang dilakukan orang tua, mengajarkan kepada kita untuk menghindari perilaku tercela seperti hasad, ria, diskriminasi dan aniaya.

09. Bertanggung Jawab.

Kepala keluarga (ayah) bekerja untuk menafkahi keluarga. Seorang ibu tidak hanya melahirkan, mereka selalu merawat dan mengasihi anaknya. Semua itu adalah wujud dari rasa tanggung jawab orang tua terhadap hidup anaknya.

10. Kasih Sayang.

Tuhan adalah Maha Penyayang terhadap makhluknya. Tuhan tidak akan pernah memberi cobaan diatas kemampuan hambanya. Semua makhluk diberi rezeki, jodoh, dan kesenangan, itulah Tuhan tidak pernah melantarkan apa yang dibuatnya. Manusia diberikan hati nurani untuk dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain walaupun tidak sepenuhnya memahami. Orang tua juga memberikan kasih sayangnya melalui berbagai usaha yang terkadang tanpa dimengerti anak-anak mereka. Dengan kasih sayang orang tua, seorang anak dapat bertahan hidup, mereka selalu menjaga dan memelihara dengan penuh kasih sayang. Wujud kasih sayang yang diberikan ibu antara lain memberikan ASI (menyusui), menggendong, dan memandikan. Kasih sayang adalah rasa kemanusiaan yang harus diberikan kepada semua makhluk hidup seperti hewan ataupun orang tanpa melihat ras, agama, bahasa, dan perbedaan lainya. Bagi orang-orang yang tidak menggunakan hati nurani yang dimiliki, pasti akan tersesat. Sebagian contohnya adalah melakukan kejahatan genosida, membunuh dan merampok.

11. Jujur dan Adil.

Jujur artinya berkata apa adanya tanpa menutupi dan merahasiakan. Kepercayaan dapat diperoleh dari sebuah kejujuran. Kejujuran orang tua dapat membuat anaknya mengikuti atau mencontoh, seperti tidak berjanji membelikan barang yang belum pasti dapat dibeli untuk anaknya.

Selain jujur, sikap yang perlu ditiru dari orang tua yaitu adil. Adil artinya searah dengan tanpa memihak. Orang tua tidak mementingkan diri pribadi, mereka berbagi waktu dan memberi sesuatu yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.

12. Tasamuh (Toleransi)

Tasamuh adalah sikap untuk saling menghormati tanpa memandang perbedaan. Semua anggota keluarga harus saling menghargai dan menghormati setiap hak dan kewajiban anggota lain.


Uraian-uraian di atas menunjukan semua kebaikan orang tua terhadap anaknya. Sehingga sudah seharusnya sebagai anak harus taat dan patuh (berbakti) kepada orang tua selama orang tua tidak mengajak berbuat Kufur. Berbakti tidak hanya saat orang tua masih hidup, namun setelah mereka pergi ke akhirat. Kita senantiasa berdoa, semoga Tuhan memberikan hidayah kepada kita hingga turunan terakhir supaya senantiasa berbakti kepada orang tua.

Panitia Penyelenggara Lomba Kreatif Menulis Artikel
Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia. Penulis : Farman.